Kita berada di sepuluh hari terakhir bulan Dzulhijjah tahun 97 H.
Saat dimana Baitul ‘Atiq dibanjiri oleh lautan manusia yang menyambut
panggilan Allah hingga memenuhi seluruh ruas jalan. Ada yang berjalan
kaki dan ada yang berkendaraan. Ada yang lanjut usia adapula yang muda
belia, yang laki-laki maupun yang wanita, ada yang putih adapula yang
hitam warna kulitnya, ada orang Arab ada pula orang ‘Ajam, ada raja ada
pula rakya jelata.
Mereka datang berbondong-bondong menyahut seruan rajanya manusia dengan penuh khusyuk, tunduk, penuh harap dan suka cita.
19.18
Hajid



